MALANG - Karawitan Kartika Laras sukses mengiringi pagelaran wayang kulit dengan lakon "Sang Khalifah" yang dibawakan oleh Ki H. Joko Setiyono, ST., M.MT. Pementasan berkonsep wayang dakwah ini memadukan seni budaya tradisional dengan pesan-pesan moral keislaman.
Kegiatan tersebut dihelat di Pesantren Waqi'ah Indonesia pada Selasa (3/11/2026), sebagai rangkaian acara rutin Munajat Waqi'ah Sabên Seloso Kawitan.
Dalam pementasan berdurasi sekitar dua jam ini, Ki Dalang membawakan cerita filosofis mengenai hakikat manusia yang dianugerahi empat macam nafsu—amarah, muthmainnah, sufiyah, dan lawwamah—serta akal, hati, dan ilmu sebagai pengendali. Pesan tersebut disampaikan secara estetis melalui tembang Pocung di awal pagelaran.
Pengasuh Pesantren Waqi'ah Indonesia, KH. Zainal Arifin, mengapresiasi tingginya antusiasme generasi muda dalam acara ini. Ia takjub melihat para generasi muda usia belasan tahun yang biasanya akrab dengan gawai, justru tampil terampil menabuh gamelan.
"Sangat luar biasa di era saat ini generasi yang umumnya sibuk pegang HP, ini pegang tabuh dan nuthuk gamelan. Besar harapan saya, semua anak-anak kita tetap mencintai budayanya, tetap dengan memahami teknologi terkini," ujar KH. Zainal Arifin.
Kesan mendalam juga dirasakan oleh penonton. Mas Brojan, salah satu penonton yang hadir, mengaku terpukau dengan sajian musik dan alur cerita yang disuguhkan.
"Keren sekali dan sangat apik garapan musik dan lakonnya. Semoga terus berkembang untuk Kartika Laras," ungkapnya.
Melalui perhelatan ini, Karawitan Kartika Laras tidak hanya menunjukkan kepiawaiannya dalam memainkan gamelan dan mengiringi lakon pewayangan, tetapi juga memberikan hiburan edukatif bagi masyarakat. Di tengah arus modernisasi digital, acara ini menjadi momentum untuk mengajak masyarakat kembali mencintai dan melestarikan keluhuran budaya Jawa.(hel)




0 Komentar