MALANG – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, SMP Kartika IV-9 Malang menggelar upacara bendera dan rangkaian kegiatan keagamaan di lapangan sekolah serta Masjid Hidayaturrahman Brawijaya pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dan dewan guru dengan mengusung nuansa khas pesantren.
Sejak pagi, suasana sekolah tampak berbeda. Siswa laki-laki mengenakan baju koko putih, celana panjang hitam, dan peci. Sementara itu, siswi perempuan mengenakan atasan putih, rok hitam, dan kerudung hitam.
Rangkaian acara diawali dengan upacara bendera yang berlangsung khidmat di lapangan sekolah. Bertindak sebagai pembina upacara, Abdul Halid, S.Pd.I., menyampaikan amanat mengenai sejarah dan kontribusi perjuangan santri dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Setelah amanat, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Santri yang dipimpin oleh Sarifah Kusuma Ambami, S.Pd.
Seusai upacara, siswa kelas VII dan VIII menuju Masjid Hidayaturrahman Brawijaya dengan membawa buku literasi dan buku Imtaq untuk menggelar doa bersama dan membaca istighatsah yang dipimpin langsung oleh Kepala SMP Kartika IV-9 Malang, Didik Ismanadi, S.Pd., Gr. Sementara itu, siswa kelas IX tetap berada di ruang kelas untuk fokus mengikuti Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Kegiatan di masjid dilanjutkan dengan ceramah dari siswa kelas VIII-E, Callysta Kirana Putri Utomo, yang membawakan materi tentang adab dan akhlak kepada orang tua. Dalam ceramahnya, Calysta mengingatkan pentingnya menghargai pengorbanan orang tua.
"Ayah bekerja pagi hingga malam, tak peduli hujan maupun badai, agar kita bisa makan makanan bergizi dan bersekolah seperti yang lain," tutur Calysta di hadapan para peserta.
Sembari menyimak ceramah, seluruh siswa diminta menyusun resume atau ringkasan materi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya sekolah dalam memperkuat literasi keagamaan para peserta didik.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional ini, pihak sekolah berharap para siswa SMP Kartika IV-9 Malang dapat meneladani nilai-nilai luhur para santri, seperti kedisiplinan, kerendahan hati, dan rasa cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari.(mut/ais)
(Ceramah agama oleh Callysta Kirana Putri U - kelas VIII-E)





0 Komentar