Malang - Islam di Indonesia tidak bisa lepas dari Pesantren. Lembaga pedidikan tertua di Indonesia yang masih eksis hingga saat ini. Meski ada berita perihal yang kurang atau bahkan tidak enak di dengar seputar Pesantren, sebagian besar masyarakat Indonesia percaya bahwa hal itu adalah oknum atau sebagian kecil saja. Peranan Pesantren begitu besar dalam membangun wajah Islam di Nusantara.
Diantara model pendidikan Islam di Pesantren adalah ngaji kitab. Pemahaman ilmu agama menggunakan kitab-kitab klasik karya para ulama, yang ahli dalam cabang-cabang tertentu dalam ilmu agama Islam. Adapun bagi orang yang tidak tinggal di Pesantren, maka pengajian kitab bisa diselenggarakan di langgar, Masjid, Madrasah Diniyah, atau tempat-tempat lain. Hal ini bertujuan agar masyarakat mengetahui ilmu agama Islam dari guru yang kredibel, dan memiliki mata rantai keilmuan (sanad) yang jelas.
Hal itu pula yang coba diterapkan di SMP Kartika IV-9 Malang. Sebagai sekolah dengan visi DREAM BIG, yang mana huruf 'RE' adalah akronim dari religius, sekolah ini menyelenggarakan 'Ngaji Kitab' yang dikemas dalam Pesantren Ramadhan. Selama lima hari efektif, siswa-siswi yang beragama Islam mengikuti pengajian kitab dengan metode 'bandongan'. Dalam metode ini, seorang 'qari' membaca isi kitab sekaligus dengan makna bahasa Jawa dan menjelaskannya kepada para pendengar.
Pada saat pengajian, masing-masing siswa menyimak sambil memperhatikan kitab yang mereka dapatkan. Kelas VII menggunakan kitab Safiinatun Najaah yang berisi fikih keseharian, kelas VIII menggunakan kitab Washiyatul Musthafa yang berisi 107 wasiat Nabi Muhammad SAW, dan kelas IX mengaji kitab Arba'in Nawawi yang berisi 42 hadits Rasulillah SAW. Kegiatan kelas VII berpusat di hall Gedung 2, kegiatan kelas VIII berpusat di aula Gedung 1, sedangkan kegiatan kelas IX berpusat di Masjid Hidayaturrahman Brawijaya.
Para pengajar dari kitab-kitab tersebut adalah orang-orang yang mumpuni di bidangnya. Pengajar kitab Safinatun Najah adalah Ustadz Abdul Halid, S.PdI alumni pondok Pesantren di Probolinggo sekaligus alumni UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pengajar kelas VIII adalah Ustadz Abdul Ghofur alumni Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin - Pasuruan. Sedangkan pengajar kelas IX adalah Helmi Khoirulloh, S.Pd alumni Pondok Pesantren Waqiah Indonesia - Kota Malang.
Ketua Bidang Dakwah Islam SMP Kartika IV-9, Abdul Halid, S.PdI mengungkapkan, "Ini adalah tahun keempat kita melaksanakan ngaji kitab ala pesantren, dan alhamdulillah respon wali murid juga sangat positif, tentu kalau dibanding pesantren ya kita masih kalah jauh, namun paling tidak mereka (siswa siswi, red) bisa tahu fikih keseharian, dan pesan-pesan Nabi Muhammad SAW." Lebih lanjut, pria kelahiran Probolinggo itu juga mengatakan, "Kami akan terus melestarikan tradisi ini, karena di pesantren-pesantren juga kalau Ramadhan diadakan ngaji kitab khusus di bulan Ramadhan, dan ini juga sebagai pembeda SMP Kartika IV-9 dengan SMP lain di kota Malang," pungkasnya.(hel)




0 Komentar